Senin, 05 September 2016

PES16 vs FIFA16


 Halo teman2 pecinta game bola fifa&pes.
Kali ini saya akan mbandingkan antara pes17 dengan fifa16 meskipun saya sendiri hanya main pes16.Saya senang dengan PES karena grafiknya yang menurut saya bagus.MASTER LEAGUE di PES16 juga sangat seru .Hampir setiap hari saya memainkan master league pes16.berikut foto2 ketika saya bermain PES 16:
PES 16 : BARCELONA vs REAL MADRID
PES 16 :BARCELONA vs REAL MARID  game  plan


VS

Hasil gambar untuk fifa 16 barcelona vs madrid game plan
FIFA 16 : BARCELONA vs REAL MADRID
Hasil gambar untuk fifa 16 barcelona vs madrid game plan
FIFA 16 : game plan BARCELONA




Langsung saja simak artikel dibawah ini


Setelah merilis artikel review dari dua game simulasi sepak bola terbaru, FIFA 16 dan Pro Evolution Soccer 2016, akhirnya JagatPlay tiba di satu artikel penutup yang akan membandingkan secara langsung dan mencari tahu mana yang lebih baik tahun ini. Ya, GameFight!

Tidak pernah mudah memang untuk membuat artikel GameFight yang mempertemukan game garapan EA Sports dan Konami itu. Selain keduanya mampu tampil sangat baik dengan kelebihannya masing-masing, baik FIFA maupun PES memiliki basis penggemar yang fanatik.

Pada artikel FIFA 15 vs Pro Evolution Soccer 2015 tahun lalu, nama yang pertama disebut menjadi pemenangnya dengan perbedaan skor yang sangat tipis. Lisensi menjadi penentu siapa yang lebih layak mendapatkan tahta. Tapi, bagaimana dengan tahun ini?

Untuk menilai mana yang terbaik, kami pun telah memilih beberapa elemen atau poin penting dari sebuah game simulasi sepak bola sebagai bahan pertimbangan, yang secara garis besar masih sama dengan poin-poin yang kami gunakan di artikel tahun lalu.

Visual

Seperti diketahui, baik FIFA 16 maupun PES 2016 sama-sama terlihat menawan. FIFA tetap mempertahankan apa yang telah mereka raih di game sebelumnya. Berbagai detail dari sebuah pertandingan sepak bola tak luput dari perhatian, misalnya rumput lapangan, percikan air, tekstur penonton, hingga elemen-elemen lainnya di pinggir lapangan.

PES 2016 juga demikian. Konami semakin mengoptimalkan kemampuan Fox Engine untuk menghasilkan visual yang lebih baik. Sekilas juga hanya menyempurnakan visual dari game sebelumnya. Namun jika diperhatikan, Konami kini menampilkan tekstur penonton yang tajam. Wajah pemain bintang yang lebih mirip juga semakin ditingkatkan dengan ekspresi yang lebih terlihat ‘seperti manusia’. Selain itu, satu hal yang selalu kami sukai sejak PES 2015 adalah efek pencahayaan yang sangat baik.

Yang membuatnya PES 2016 lebih unggul, efek physics dan animasi yang ditampilkan nampak sangat halus dan realistis. Sebaliknya, di beberapa adegan FIFA 16 masih sering terlihat kaku. Ditambah lagi, EA Sports juga memutuskan untuk menghilangkan cut scene ketika pemain memasuki lapangan. Karena itu untuk poin yang satu ini kami berikan ke PES 2016.

FIFA 16 (0) vs PES 2016 (1)


Mekanik Gameplay

Tak banyak yang berubah dari FIFA 16. Bahkan, sejauh kami memainkannya, gameplay-nya sangat mirip dengan FIFA 15. Memang ada perbaikan dari segi AI, namun Anda tetap akan menemukan gerakan-gerakan yang tidak sempurna ataupun tabrakan-tabrakan antar pemain yang nampak aneh.

Sebaliknya, PES 2016 justru menawarkan gameplay yang menurut kami lebih baik dari game sebelumnya. Anda akan melihat gerakan yang sangat natural dan realistis. interaksi dengan bola pun nampak jauh lebih dinamis.

Dengan gameplay yang ‘balance’, menjadikan siapa pun akan merasa nyaman dan fun ketika bertanding melawan teman atau komputer tanpa harus menguasai skill atau strategi yang rumit. AI semakin cerdas saat menyerang dan bertahan, serta mampu beradaptasi sesuai jalannya pertandingan.

Dengan berbagai keunggulan itu, kami kembali memberikan satu poin untuk PES 2016.

FIFA 16 (0) vs PES 2016 (2)


Sounds

Seperti yang pernah kami sebutkan di artikel sebelumnya, kualitas audio menjadi faktor yang sangat penting bagi sebuah game sepak bola. Terasa atau tidaknya atmosfer sebuah pertandingan sangat ditentukan dari seberapa serius developer mengerjakan poin yang satu ini.

Konami memang tertinggal untuk urusan yang satu ini. Suasana stadion kurang hidup, dan yel-yel penonton tidak terasa menggelegar. Walaupun mencoba menghadirkan komentator baru bernama Peter Drury, terbukti PES 2016 belum bisa menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih seru. Problem-nya masih sama, kalimat yang kurang variatif, kurang relevan, dan jika Anda dengarkan dengan seksama, banyak kalimat yang sesungguhnya sama dengan yang sering diucapkan Jon Champion.

Sebaliknya, FIFA Jagat Play

HomeTop List
Top List October 8, 2015 Author: Yossie Dwi P 0
GameFight: FIFA 16 vs PES 2016


Setelah merilis artikel review dari dua game simulasi sepak bola terbaru, FIFA 16 dan Pro Evolution Soccer 2016, akhirnya JagatPlay tiba di satu artikel penutup yang akan membandingkan secara langsung dan mencari tahu mana yang lebih baik tahun ini. Ya, GameFight!

Tidak pernah mudah memang untuk membuat artikel GameFight yang mempertemukan game garapan EA Sports dan Konami itu. Selain keduanya mampu tampil sangat baik dengan kelebihannya masing-masing, baik FIFA maupun PES memiliki basis penggemar yang fanatik.

Pada artikel FIFA 15 vs Pro Evolution Soccer 2015 tahun lalu, nama yang pertama disebut menjadi pemenangnya dengan perbedaan skor yang sangat tipis. Lisensi menjadi penentu siapa yang lebih layak mendapatkan tahta. Tapi, bagaimana dengan tahun ini?

Untuk menilai mana yang terbaik, kami pun telah memilih beberapa elemen atau poin penting dari sebuah game simulasi sepak bola sebagai bahan pertimbangan, yang secara garis besar masih sama dengan poin-poin yang kami gunakan di artikel tahun lalu.

Visual

Seperti diketahui, baik FIFA 16 maupun PES 2016 sama-sama terlihat menawan. FIFA tetap mempertahankan apa yang telah mereka raih di game sebelumnya. Berbagai detail dari sebuah pertandingan sepak bola tak luput dari perhatian, misalnya rumput lapangan, percikan air, tekstur penonton, hingga elemen-elemen lainnya di pinggir lapangan.

PES 2016 juga demikian. Konami semakin mengoptimalkan kemampuan Fox Engine untuk menghasilkan visual yang lebih baik. Sekilas juga hanya menyempurnakan visual dari game sebelumnya. Namun jika diperhatikan, Konami kini menampilkan tekstur penonton yang tajam. Wajah pemain bintang yang lebih mirip juga semakin ditingkatkan dengan ekspresi yang lebih terlihat ‘seperti manusia’. Selain itu, satu hal yang selalu kami sukai sejak PES 2015 adalah efek pencahayaan yang sangat baik.

Yang membuatnya PES 2016 lebih unggul, efek physics dan animasi yang ditampilkan nampak sangat halus dan realistis. Sebaliknya, di beberapa adegan FIFA 16 masih sering terlihat kaku. Ditambah lagi, EA Sports juga memutuskan untuk menghilangkan cut scene ketika pemain memasuki lapangan. Karena itu untuk poin yang satu ini kami berikan ke PES 2016.

FIFA 16 (0) vs PES 2016 (1)


Mekanik Gameplay

Tak banyak yang berubah dari FIFA 16. Bahkan, sejauh kami memainkannya, gameplay-nya sangat mirip dengan FIFA 15. Memang ada perbaikan dari segi AI, namun Anda tetap akan menemukan gerakan-gerakan yang tidak sempurna ataupun tabrakan-tabrakan antar pemain yang nampak aneh.

Sebaliknya, PES 2016 justru menawarkan gameplay yang menurut kami lebih baik dari game sebelumnya. Anda akan melihat gerakan yang sangat natural dan realistis. interaksi dengan bola pun nampak jauh lebih dinamis.

Dengan gameplay yang ‘balance’, menjadikan siapa pun akan merasa nyaman dan fun ketika bertanding melawan teman atau komputer tanpa harus menguasai skill atau strategi yang rumit. AI semakin cerdas saat menyerang dan bertahan, serta mampu beradaptasi sesuai jalannya pertandingan.

Dengan berbagai keunggulan itu, kami kembali memberikan satu poin untuk PES 2016.

FIFA 16 (0) vs PES 2016 (2)


Sounds

Seperti yang pernah kami sebutkan di artikel sebelumnya, kualitas audio menjadi faktor yang sangat penting bagi sebuah game sepak bola. Terasa atau tidaknya atmosfer sebuah pertandingan sangat ditentukan dari seberapa serius developer mengerjakan poin yang satu ini.

Konami memang tertinggal untuk urusan yang satu ini. Suasana stadion kurang hidup, dan yel-yel penonton tidak terasa menggelegar. Walaupun mencoba menghadirkan komentator baru bernama Peter Drury, terbukti PES 2016 belum bisa menghadirkan atmosfer pertandingan yang lebih seru. Problem-nya masih sama, kalimat yang kurang variatif, kurang relevan, dan jika Anda dengarkan dengan seksama, banyak kalimat yang sesungguhnya sama dengan yang sering diucapkan Jon Champion.




Jagat game

0 komentar:

Posting Komentar